Perlu diketahui

Pemantapan Mutu Laboratorium

Dalam Rangka Peringatan Hari Malaria Sedunia Tahun 2017

Zie | Kamis, 04 Mei 2017 - 08:18:33 WIB | dibaca: 430 pembaca

Di Indonesia, malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama. Penyakit malaria mempunyai pengaruh yang sangat besar pada angka kesakitan dan kematian bayi, anak balita dan ibu hamil serta dapat menyebabkan penurunan produktifitas kerja.

Salah satu kebijakan Program Pengendalian Malaria untuk mencapai eliminasi malaria di Indonesia dan Kalimantan Tengah adalah semua penderita malaria klinis yang ditemukan dan dilakukan pencarian oleh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) harus dilakukan diagnosis atau konfirmasi secara mikroskopis. Bagi fasilitas pelayanan kesehatan yang belum memiliki kemampuan pemeriksaan mikrsokopis dilakukan dengan diagnosis cepat (Rapid Diagnostic Test), sehingga tidak ada lagi pengobatan penderita malaria tanpa konfirmasi laboratorium untuk mencegah terjadinya resistensi obat malaria.

Selama tahun 2005-2013, kejadian malaria di seluruh Indonesia cenderung menurun yaitu 4,10 kasus per 1000 penduduk pada tahun 2013 menjadi 1,38 kasus per seribu penduduk. Sedangkan, di Kalimantan Tengah periode tahun 2010 – 2015 angka kesakitan malaria turut menurun. Tahun 2010 angka kesakitan sebesar 4,46 per seribu penduduk, pada tahun 2015 menurun menjadi 0,56 per seribu penduduk. Tahun 2015, pemeriksaan Sediaan Darah melalui pemeriksaan mikroskopis dan RDT (Rapid Diagnostic Test) meningkat dari 99% (23.432 pemeriksaan Sediaan Darah dari 23.663 kasus suspek) pada tahun 2010. Kasus kematian mulai menunjukan penurunan pada tahun 2010 sebesar 34 orang menjadi 3 orang pada tahun 2015.

Peningkatan kualitas tenaga teknis laboratorium sangat perlu diciptakan untuk menyongsong program besar di Kalimantan Tengah yaitu adanya percepatan eliminasi malaria tahun 2018. Pada tanggal 2 Mei 2012 pada Puncak peringatan Hari Malaria Sedunia (HMS) di Palangka Raya telah dideklarasikan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan seluruh Pemerintah Kabupaten Kota bahwa Kalimantan Tengah bertekad mempercepat eliminasi malaria pada tahun 2018.

Sebagai upaya untuk mendukung terciptanya kualitas mikroskopis yang bermutu, maka perlu dilakukan Peningkatan/Penguatan Diagnosis/Laboratorium Malaria untuk tingkat fasilitas pelayanan kesehatan. Disamping itu, mikroskopis tingkat fasyankes perlu mendapatkan keseragaman dalam mengelola laboratorium, baik di dalam menentukan diganosa, pembuatan dan pewarnaan sediaan darah malaria secara standar teknis yang diharapkan

Kegiatan ini Bertujuan untuk Meningkatkan keterampilan petugas mikroskopis malaria secara teknis dalam hal pemeriksaan mikroskopis malaria sehingga meningkatkan ketepatan diagnosanya.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)