Perlu diketahui

TB

Hari TB Sedunia, Ayo Lawan TB

admin | Rabu, 22 Maret 2017 - 09:25:11 WIB | dibaca: 673 pembaca

Hingga saat ini, tiga penyakit menular yang masih menjadi perhatian utama masyarakat
dunia termasuk Indonesia adalah HIVAIDS, Tuberkulosis (TB) dan Malaria. Tingkat kesakitan
dan kematian yang diakibatkan serta besarnya jumlah yang terkena penyakit tersebut,
menyebabkan ketiga penyakit itu tetap menjadi prioritas program kesehatan.

Indonesia menempati peringkat ke 2 negara yang memiliki beban TB tinggi di dunia, setelah India. Hasil survey prevalensi TB yng dilakukan oleh Badan Litbangkes Kemenkes tahun 2013 – 2014, angka insiden TB adalah 399 per 100.000 penduduk, dan angka prevalensi TB sebesar 647 per 100.000 penduduk (WHO, 2015). Jika jumlah penduduk Indonesia berkisar 250 juta orang, maka diperkirakan ada sekitar 1 juta pasien TB baru dan ada sekitar 1.6 juta pasien TB setiap tahunnya. Sedangkan jumlah kematian karena TB 100.000 orang per tahun, atau 273 orang perhari.

Berdasarkan laporan WHO (2015) juga dipaparkan bahwa angka kasus TB baru yang tidak
ditemukan hanya 32% atau 324.000 kasus dari total 1.000.000 kasus TB. Berdasarkan data
tersebut berarti masih ada sekitar 676.000 atau 68% kasus TB baru yang masih belum di
temukan, diobati dan dilaporkan.

Berdasarkan Pencapian Program TB secara keseluruhan Tahun 2016 diperoleh data yaitu Angka penemuan kasus TB case notification rate (CNR) pasien TB seluruh tipe kasus yaitu 112 Pasien/100.000 penduduk, atau hanya berkisar 22% dari estimasi jumlah kasus TB yang ada di Kalimantan Tengah dapat juga disebut case detection rate (CDR).

Hari TB sedunia yang jatuh pada tanggal 24 Maret, selalu diperingati oleh dunia dan
Indonesia setiap tahun. Pada tahun 2017, tema yang diusung adalah “Gerakan Masyarakat
Menuju Indonesia bebas Tuberkulosis”
. Tema tersebut menjadi dasar dalam
mengembangkan kegiatan mobilisasi masyarakat yang fokus menggambarkan peran
masyarakat dalam mendukung upaya penanggulangan TB terutama untuk penemuan kasus
TB secara aktif.

Kegiatan “ketuk pintu” merupakan kegiatan yang digagas oleh beberapa Organisasi
Masyarakat Madani (CSO) pelaku TB seperti Aisyiah, Nahdlatul Ulama (NU), PPTI dan
organisasi masyarakat lainnya untuk mendukung upaya penemuan kasus TB. Kegiatan
tersebut adalah kunjungan rumah yang dilakukan kader dan bertujuan untuk memberikan
3 edukasi tentang TB dan melakukan skrining untuk menemukan orang terduga TB serta
merujuk terduga TB untuk memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan.

Kegiatan ini sudah berjalan selama 2 minggu dan marilah kita beri dukungan agar kegiatan ini dapat menjadi motivasi masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyakit TB.
 

“TB is everybody Business”(dr.Asik Surya, MPPM,Kasubdit TB Kemenkes RI)   

 

 Artikel ini ditulis oleh : dr.Febiyanda Aris Nugraha 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)