Berita Utama

Kesga

Penguatan Pelayanan Teknis dan Manajemen Kesehatan Reproduksi Tahun 2019

| Selasa, 29 Oktober 2019 - 13:17:35 WIB | dibaca: 194 pembaca

Palangka Raya - Kesehatan Keluarga meliputi kesehatan ibu, bayi baru lahir, bayi, balita, anak para sekolah, remaja dan lansia (Life cycle approach). Dan kesehatan keluarga merupakan salah satu program prioritas utama Pembangunan Kesehatan dimana Indikator Kematian Ibu (AKI) dan kematian bayi (AKB) menjadi indikator utama dalam RPJM tahun 2015-2019.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Prov.Kalteng dr. Suyuti Syamsul, MPPM yang pada waktu itu di wakilkan oleh Kepala Bidang Kesmas dr. Fery Iriawan, MPH mengatakan, Kematian ibu di Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia. Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2012 AKI sebanyak 359/100.000 Kelahiran Hidup (KH). Hasil survei terkini AKI melalui SUPAS 2015 didapatkan sebesar 305/100.000 KH. Sedangkan Angka Kematian Neonatal (AKN) setelah satu dekade tidak berubah di 19/1000 KH (SDKI 2012), akhirnya menurun 15/1000 KH hasil SDKI 2017. Angka ini masih jauh dari target Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030 mendatang dimana AKI menjadi 70/100.000 KH dan AKN 12/1000 KH.

Hasil SRS (Sample Registration System) Litbang 2015, penyebab kematian ibu terbesar adalah hipertensi dalam kehamilan, pendarahan dan komplikasi pada masa nifas, Berdasarkan tempat kelahiran kematian ibu sudah bergeser ke fasilitas pelayanan kesehatan (RS) hampir sebesar 77%. Beberapa akar penyebab kematian seperti keterlambatan dalam merujuk dikarenakan faktor akses : sosial, ekonomi dan budaya; kemudian permasalahan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan yang masih perlu di optimalkan.

Untuk penyebab kematian pada Neonatal terbesar adalah komplikasi kejadian intrapartum, gangguan respirator dan kardiovaskular serta BBLR dan Prematur. Ini berarti adanya factor kondisi ibu sebelum dan selama kehamilan baik oleh penyakit menular maupun tidak menular. Sedangkan untuk sebab kematian bayi pasca neonates sampai dengan satu tahun adalah infeksi khususnya pneumonia dan diare. Hal ini berkaitan erat dengan perilaku hidup sehat pada ibu dan kondisi lingkungan setempat.

Terdapat tiga jenis area intervensi yang dapat dilakukan untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu dan peri-neonatal yaitu melalui: (1) peningkatan pelayanan antenatal yang mampu mendeteksi dan menangani kasus risiko tinggi secara memadai, (2) pertolongan persalinan bersih dan aman oleh tenaga terampil di fasilitas, pelayanan pasca persalinan dan kelahiran (3) pelayanan emergensi melalui PONED dan PONEK yang dapat dijangkau.

Melalui Pertemuan Penguatan Pelayanan Teknis dan Manajemen Kesehatan Reproduksi saya mengajak agar kita semua dapat menjadikan kegiatan ini sebagai langkah-langkah dalam rangka penurunan AKI dan AKN, dari identifikasi, skrining, analisis sampai dikeluarkannya rekomendasi dan penanggulangan (actions) yang lebih cepat, tepat berkesinambungan, Ujarnya. (29/10).

 

Sumber : Bidang Kesmas










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)