Orientasi Kesehatan Kerja Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah

| 23 Juli 2019 | dibaca: 62 pembaca

Tema:


Palangka Raya -Pertemuan yang kita laksanakan hari ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pemegang program kesehatan kerja dalam rangka menguatkan program di kabupaten/kota untuk meningkatkan cakupan indikator program kesehatan kerja dan olahraga. Sehingga bermanfaat untuk pemegang program, masyarakat pekerja, perusahaan sebagai wadah pekerja dan lintas sektor lintas program terkait.



Sumber daya manusa Indonesia yang produktif secara sosial dan ekonomi merupakan modal pembangunan bangsa. Upaya mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang produktif dan berdaya saing dipengaruhi oleh beberapa aspek diantaranya status atau kondisi kesehatan. Upaya kesehatan kerja dan olahraga ditujukan untuk mewujudkan masyarakat pekerja di Indonesia agar sehat, bugar dan produktif.



Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dr. Suyuti Syamsul, MPPM menambahkan, Upaya kesehatan kerja dan olahraga mengutamakan pelayanan kesehatan yang bersifat promotif dan preventif, tanpa mengabaikan aspek kuratif dan rehabilitative. Penyelenggaraan kesehatan kerja dan olahraga dilaksanakan secara berjenjang oleh pemerintah pusat sampai pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, sampai pada pelaksanaan di tempat kerja, dengan melibatkan peran lintas program, lintas sektor, swasta (dunia usaha) serta peran aktif seluruh masyarakat melalui pemberdayaan.



Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang besar, dimana saat ini jumlah penduduk mencapai 265 juta dan sekitar 133 juta diantaranya merupakan angkatan kerja (BPS, 2018). Komposisi penduduk Indonesia saai ini menuju pada komposisi bonus demografi dengan puncak bonus demografi diperkirakan akan terjadi pada tahun 2035. Bonus demografi ini dapat menjadi peluang sekaligus tantangan dengan mayoritas penduduk Indonesia merupakan usia produktif. Kualitas kelompok usia produktif akan menentukan masa depan Indonesia. Maka dari itu, upaya kesehatan dengan fokus sasaran usia kerja menjadi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga dapat memetik manfaat optimal dari bonus demografi yang akan datang.



Upaya kesehatan kerja yang sudah diimplementasikan antara lain pemberdayaan kesehatan pada pekerja sektor informal melalui Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK), Gerakan Pekerja Perempuan Sehat Produktif (GP2SP) dengan sasaran pekerja perempuan di perusahaan formal, kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di fasilitas pelayanan kesehatan dan perkantoran, serta pelayanan kesehatan kerja di era JKN.



Melalui Orientasi Kesehatan Kerja diharapkan dapat menambah wawasan, meningkatkan kapasitas dan kemampuan petugas pemegang program dalam mengelola data dan laporan kesehatan kerja dan olahraga.



 



Sumber : Nope/Kesmas



Tanggal : 03 Juli 2019 s/d 06 Juli 2019
Tempat : Palangka Raya
Pukul : 08:00 Wib