Berita Utama

Advokasi DAK dan SPM

Advokasi Pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan dan Diseminasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2019

| Rabu, 22 Mei 2019 - 09:25:24 WIB | dibaca: 152 pembaca

Bertempat di Hotel Luwansa Palangka Raya, Dinas Kesehatan Prov. Kalimantan Tengah mengadakan Kegiatan Advokasi Pelaksanaan DAK Bidang Kesehatan dan Diseminasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) tahun 2019 dengan di ikuti kurang lebih 104 peserta dari Kab/kota dan Provinsi serta Narasumber Pusat. Kegiatan ini merupakan upaya dari Dinas Kesehatan Provinsi untuk mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan kesehatan di tingkat kabupaten/kota, provinsi dan pusat baik lintas sektor maupun lintas program sehingga diharapkan akan ada penajaman perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan program dan kegiatan yang bersumber dari dana DAK bidang kesehatan.

Dana DAK bidang kesehatan merupakan dana transfer dari pusat untuk daerah sebagai salah satu perwujudan dari pemerintah pusat menunjukkan komitmen sesuai dengan Undang-undang 23 Tahun 2014 dimana urusan kesehatan merupakan Urusan Pemerintahan Wajib Pelayanan Dasar dan secara konkuren dilaksanakan kolaboratif antara pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/kota) bersama dengan Pemerintah Pusat. Dimana dana DAK tersebut diutamakan penggunaannya oleh daerah untuk mengejar target SPM dengan membenahi berbagai elemen penunjang seperti Pemenuhan Sumber Daya Manusia Kesehatan  dan  Sarana prasarana dan fasilitas kesehatan terutama di level Puskesmas.

Pada Peraturan Pemerintah No. 02 tahun 2018 dan Permendagri No. 100 tahun 2018 mengenai implementasi SPM terdapat berapa tahapan yang harus dipenuhi yaitu pengumpulan data, penghitungan kebutuhan pemenuhan pelayanan dasar, penyusunan rencana pemenuhan  pelayanan dasar dan pelaksanaan pemenuhan pelayanan dasar sehingga akhirnya  tahapan tersebut diperjelas kembali pada Permenkes No. 4 tahun 2019.

Perlu diketahui dari 12 Indikator SPM Bidang Kesehatan Untuk Kab/Kota masih ada beberapa Indikator yang capaiannya masih <50% yaitu indikator : Pelayanan Kesehatan pada Usia Produktif, Usia Lanjut, Penderita Hipertensi, Penderita Diabetes Melitus (DM), ODGJ Berat, dan Orang dengan Risiko Terinfeksi HIV.

Pada kegiatan ini salah satunya akan memperkenalkan bentuk teknik/aplikasi costing SPM yang bertujuan agar Pemerintah Daerah sudah dapat memastikan  tersedianya sumber daya (tenaga, sarana, prasarana, alat, tenaga serta uang/biaya) agar penerapan SPM di daerah berjalan adekuat. Manfaat lain pula hal ini akan membantu memudahkan, serta memperkuat penerapan SPM di daerah dalam perhitungan pembiayaan serta sebagai bahan advokasi kepada stakeholder/pemangku kebijakan anggaran di daerah.

Salah satu hal yang ingin di dorong pada kegiatan ini untuk kabupaten adalah Pemanfaatan Dana Desa untuk bidang kesehatan. Dana desa dapat digunakan untuk mendanai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Dalam sambutannya kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalimantan Tengah dr. Suyuti Syamsul, MPPM mengharapkan kabupaten dapat ber-improvisasi, ber-inovasi, ber-kreatifitas dalam memanfaatkan dana desa yang dapat digunakan untuk pembangunan kesehatan dari tingkat masyarakat desa sehingga nantinya akan muncul kelurahan sehat, kecamatan sehat, kabupaten sehat sehingga akan nantinya menjadi provinsi Kalimantan Tengah Sehat.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)