Berita Utama

Pelayanan

Evaluasi Pelayanan Kesehatan Bergerak di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2018

| Jumat, 05 Oktober 2018 - 15:59:16 WIB | dibaca: 306 pembaca

Pelayanan kesehatan di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan harus memperhatikan letak geografis, kebutuhan masyarakat setempat, dan masalah yang dihadapi. Dengan demikian diperlukan langkah-langkah sesuai kemampuan daerah berupa terobosan-terobosan untuk menyelesaikan permasalahan yang menjadi dilema dalam upaya memajukan pelayanan kesehatan. Daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan merupakan daerah-daerah yang secara gerografis sulit dicapai hal ini terkait dengan sarana transportasi dan infastrukturnya yang banyak mengalami kedala dalam pembangunannya. Tentu saja secara langsung hal ini menyebabkan terhambatnya upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat sehingga secara aktual dapat dikatakan bahwa pelayanan kesehatan masih belum merata antara perkotaan dengan daerah-daerah tersebut. Mencermati dilema ini, pemerintah yang diwakili Kementerian Kesehatan membuat suatu program kebijakan yaitu Pelayanan Kesehatan Bergerak untuk menjangkau daerah terpencil dan sangat terpencil .

Pembangunan di DPTK merupakan upaya terencana untuk mengubah suatu wilayah yang dihuni oleh komunitas dengan berbagai permasalahan sosial ekonomi dan kesehatan, menjadi daerah yang maju dengan komunitas yang kualitas hidupnya sama atau tidak jauh tertinggal dibandingkan dengan masyarakat lainnya. Permasalahan yang dihadapi daerah tertinggal antara lain kualitas sumber daya manusia di daerah tertinggal relatif lebih rendah di bawah rata-rata nasional akibat terbatasnya akses masyarakat terhadap pendidikan dan layanan kesehatan karena terbatasnya tenaga kesehatan dari berbagai jenis  yang belum memenuhi rasio minimal dibandingkan dengan jumlah penduduk  yang harus dilayani. Pelayanan pengobatan pada masyarakat di lakukan pada malam hari karena masyarakat bekerja di ladang pada siang hari, dan baru pulang pada sore hari. Sedangkan hari esok nya dilakukan penyuluhan kesehatan di sekolah terpencil atau sangat terpencil.

Sesuai dengan PMK RI Nomor 90 Tahun 2015  Tentang  Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kawasan Terpencil dan Sangat Terpencil, pengaturan penyelenggaraan pelayanan kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan daerah terpencil bertujuan untuk meningkatkan aksesiblitas pelayanan kesehatan, mutu pelayanan kesehatan, pemberdayaan masyarakat, dan memberikan kepastian hukum bagi tenaga kesehatan dan penyelenggara fasilitas pelayanan kesehatan.

Di Kalimantan Tengah, secara geografis memang tidak memiliki kepulauan karena merupakan daerah yang tepat berada di tengah-tengah Indonesia. Wilayah Kalimantan Tengah merupakan salah satu wilayah terbesar di Indonesia dengan perbandingan 5 kali besar pulau jawa dan jumlah penduduk  yang hanya sebanyak 3 jt jiwa (tahun 2016), dapat dibayangkan penyebaran penduduk yang tidak merata dan yang menjadi objek penderitanya adalah penduduk/masyarakat yang hidup di kawasan terpencil. Keterbatasan yang ada menyebabkan kurangnya layanan yang mereka dapatkan khususnya di bidang pelayanan kesehatan. Maka tidaklah mengherankan berdasarkan riskesdas tahun 2015 Kalimantan Tengah dari semua aspek masih sangat tertinggal dalam hal pelayanan kesehatannya. Susahnya kondisi alam membuat beberapa infrastruktur di kalimantan tengah rusak, sebagai contoh karena kontur tanah gambut yang tidak stabil sepanjang 5 tahun terakhir tercatat bebarapa jembatan penghubung utama antar daerah ambruk, tentu saja hal ini langsung berpengaruh terhadap akses hidup dan pelayanan kepada masyarakat. Dari 2 survey Riset kesehatan dasar yang terakhir dilaksanakan, Kalimantan Tengah termasuk  tetap bertahan sebagai nomor 1 perokok di Indonesia, hal ini menunjukan bahwa kesadaran hidup sehat masih perlu ditingkatkan dan promosi kesehatan harus senantiasa digalakkan.

Untuk melaksanakan hal tersebut hal tersebut maka sangat diperlukan adanya kegiatan yang dilaksanakan dengan swakelola seperti Kegiatan Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak dalam rangka  Peningkatan Askes Yankes di DTPK. Sasaran awal kegiatan ini adalah: Masyarakat di daerah terpencil, sangat terpencil, tertinggal, perbatasan dan kepulauan yang berada di 2 (dua) Kabupaten di Provinsi Kalimantan Tengah, yaitu Kabupaten Kapuas dan Kabupaten katingan karena  secara aktual di daerah tersebut akses ke pelayanan kesehatan sangat sulit, sering terjadi bencana banjir, endemik malaria serta terdapat kasus gizi buruk. Dengan melihat kondisi diatas maka perlu dilakukan  kegiatan Pelayanan Kesehatan Bergerak di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2018 yang bertempat di Hotel Neo Palangka Raya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 











Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)