Perlu Diketahui

Hepatitis

Hari Hepatitis Sedunia Di Peringati Setiap Tgl 28 Juli 2018

| Kamis, 26 Juli 2018 - 07:52:19 WIB | dibaca: 108 pembaca

Hari Hepatitis Sedunia atau ‘World Hepatitis Day’ dirayakan pada hari Sabtu, 28 Juli 2018. Tanggal 28 Juli dipilih untuk menghormati ulang tahun pemenang hadiah Nobel bidang kedokteran, Profesor Baruch Samuel Blumberg, penemu virus hepatitis B (HBV) dan pengembang vaksin hepatitis B pertama. Apa yang sebaiknya kita sadari?

Tema ‘World Hepatitis Day’ 2018 adalah Periksa dan Obati Hepatitis (Test. Treat. Hepatitis). Acara ini bertujuan untuk mendukung peningkatan layanan tes atau pengujian dan pengobatan dengan acara selebrasi puncak akan diadakan di Ulaanbaatar, Mongolia. Majelis Kesehatan Dunia 2016 telah mengesahkan strategi melawan hepatitis, yaitu ‘the Global Health Sector Strategy (GHSS) on viral hepatitis’ 2016–2021. Strategi ini bertujuan untuk penghapusan hepatitis virus sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada tahun 2030. Targetnya adalah mengurangi infeksi hepatitis baru sebesar 90% dan kematian sebesar 65%.

Laporan global ’The WHO Global hepatitis report 2017’  berfokus pada hepatitis B dan C, yang bertanggung jawab untuk 96% dari semua kematian terkait hepatitis. Laporan tersebut diterbitkan pada 21 April 2017 di Geneva, Swiss dan mengungkapkan bahwa sekitar 325 juta orang di seluruh dunia, hidup dengan infeksi HBV atau HCV. Namun demikian, sebagian besar orang tersebut tidak memiliki akses ke tes atau pengujian dan pengobatan yang mampu menyelamatkan jiwa mereka. Akibatnya, jutaan orang berisiko mengalami perkembangan yang lambat ke arah penyakit hati kronis, kanker, dan kematian. Pada hal, vaksin dan obat untuk mengatasi hepatitis ada, sehingga perlu dipastikan bahwa ketersediaannya menjangkau semua orang yang membutuhkannya, di manapun.

Hepatitis virus menyebabkan 1,34 juta kematian pada tahun 2015, jumlah yang sebanding dengan kematian yang disebabkan oleh tuberkulosis dan HIV (Human Immunodeficiency Virus). Namun demikian, kematian akibat tuberkulosis dan HIV telah menurun, sedangkan kematian akibat hepatitis terus meningkat. Selain itu, sekitar 1,75 juta orang terinfeksi HCV baru pada tahun 2015, sehingga jumlah total orang yang hidup dengan HCV menjadi 71 juta orang. Meskipun keseluruhan kematian akibat hepatitis meningkat, infeksi baru HBV menurun, berkat peningkatan cakupan vaksinasi HBV padi bayi. Secara global, 84% bayi yang lahir pada tahun 2015 telah menerima 3 dosis vaksinasi HBV. Antara era pra-vaksin (dari 1980-an hingga awal 2000-an) dan 2015, proporsi balita dengan infeksi baru turun dari 4,7% menjadi 1,3%. Namun, diperkirakan 257 juta orang, kebanyakan orang dewasa yang lahir sebelum pengenalan vaksin HBV, hidup dengan infeksi hepatitis B kronis pada tahun 2015.

Strategi Global ‘WHO’s Global Health Sector Strategy on viral hepatitis’ bertujuan untuk menguji atau tes pada 90% dan mengobati pada 80% orang dengan HBV dan HCV pada tahun 2030. Namun demikian, hanya 9% dari semua infeksi HBV dan 20% dari semua infeksi HCV didiagnosis pada 2015. Selain itu, 8% HBV (1,7 juta orang) sedang dalam perawatan, dan hanya 7% HCV (1,1 juta orang) telah memulai perawatan kuratif selama tahun 2015 itu. Infeksi HBV memerlukan pengobatan seumur hidup, dan WHO saat ini merekomendasikan penggunaan obat tenofovir, sebuah obat antivirus yang selama ini sudah banyak digunakan dalam pengobatan infeksi HIV. HCV dapat disembuhkan dalam waktu yang relatif singkat dengan menggunakan obat antivirus kerja langsung atau ‘direct-acting antivirals’ (DAA) yang sangat efektif. Saat ini lebih banyak negara sudah membuat layanan hepatitis tersedia untuk orang yang membutuhkan, yaitu biaya tes diagnostik kurang dari US $ 1 dan obat untuk hepatitis C seharga di bawah US $ 200.

Pada tahun 2017 beberapa negara telah mengambil langkah sukses untuk meningkatkan layanan hepatitis. China mencapai cakupan tinggi (96%) untuk pemberian vaksin HBV tepat waktu pada bayi baru lahir, dan mencapai tujuan pengendalian HBV dengan prevalensi kurang dari 1% pada anak balita pada tahun 2015. Mongolia meningkatkan serapan pengobatan hepatitis dengan memasukkan obat HBV dan HCV dalam skema Asuransi Kesehatan Nasional, yang menjamin 98% penduduknya. Di Mesir, persaingan dengan obat generik telah menurunkan harga obat untuk HCV dalam paket 3 bulan terapi, dari US $ 900 pada tahun 2015, menjadi kurang dari US $ 200 pada tahun 2016. Di Pakistan, biaya terapi yang sama justru hanya seharga US $ 100.

Peningkatan akses ke pengobatan HCV justru lebih maju lagi karena pada akhir Maret 2017, WHO melakukan prakualifikasi bahan aktif farmasi generik dari sofosbuvir. Langkah ini akan memungkinkan lebih banyak negara untuk memproduksi obat hepatitis C dengan harga yang terjangkau.

Momentum Hari Hepatitis Sedunia pada Sabtu, 28 Juli 2018 mengapresiasi semua upaya dan strategi global mengenai virus hepatitis, juga membantu semua negara untuk mencapai tujuan akhir, yaitu untuk menghilangkan hepatitis (to eliminate hepatitis). Sudahkah kita terlibat?

Sumber : https://dokterwikan.wordpress.com/










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)