Perlu Diketahui

Gizi

Kegiatan Orientasi Masalah Gizi Kurang Dan Pendek Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2019

| Kamis, 01 Agustus 2019 - 07:48:00 WIB | dibaca: 123 pembaca

Palangkaraya -Upaya Perbaikan Gizi masyarakat sebagaimana disebutkan dalam undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, bertujuan untuk meningkatkan mutu gizi perseorangan dan masyarakat, antara lain melalui perbaikan pola konsumsi makanan, perbaikan perilaku sadar gizi, peningkatan akses dan mutu pelayanan gizi serta kesehatan sesuai dengan kemajuan ilmu dan teknologi.

Berdasarkan Global Nutrition Report (GNR) tahun 2014, Indonesia termasuk kedalam 17 negara diantara 117 negara yang mempunyai tiga masalah gizi pada balita yaitu Pendek (stunting), Kurus (wasting)  dan Gemuk (overweight).

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Prov.Kalteng dr.Suyuti Syamsul, MPPM yang dalam hal ini di wakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dr. Fery Iriawan, MPH menambahkan,  Hasil dua kali Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2013 dan 2018  menunjukkan tidak terjadinya perubahan yang berarti pada prevalensi balita gizi kurang maupun balita pendek. Pada tahun 2013 prevalensi balita gizi kurang adalah 19,6%  dan pada tahun 2018 adalah   17,7%.

Demikian pula dengan prevalensi balita pendek Riskesdas 2013  adalah 37,21 dan pada tahun 2018 sebesar 34,04%. Sedangkan  di Provinsi Kalimantan Tengah  untuk prevalensi balita gizi kurang  tahun 2013, sebesar 23,3% dan pada tahun 2018 sebesar 21,8%. Sedangkan prevalensi Stunting hasil Riskesdas tahun 2013  adalah 41,3% dan tahun 2018 sebesar 34,04% melampaui dari angka nasional, Rabu(31/7).

Angka ini menandakan bahwa masih adanya masalah pada kesehatan masyakat baik secara nasional maupun Kalimantan Tengah pada khususnya.

Salah satu sasaran Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) bidang kesehatan 2015 – 2019 adalah meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat dengan menurunkan prevalensi  gizi kurang dan buruk (underweight) pada anak balita menjadi 17%, dan menurunkan prevalensi stunting (pendek dan sangat pendek) pada anak baduta (dibawah 2 tahun) menjadi 28%.

Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan kesehatan yang dasarnya adalah bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan nasional secara keseluruhan. Anak balita, anak usia sekolah, ibu hamil merupakan kelompok rawan gizi yang sangat perlu mendapat perhatian khusus karena dampak negatif yang ditimbulkan apabila menderita kekurangan gizi.

Masalah gangguan tumbuh kembang pada bayi dan anak usia dibawah 2 tahun (baduta) merupakan masalah yang perlu ditanggulangi dengan serius. Usia dibawah dua tahun merupakan masa yang sangat penting sekaligus masa kritis dalam proses tumbuh kembang anak baik fisik maupun kecerdasan.

Stunting saat ini merupakan salah satu masalah gizi yang menjadi fokus untuk ditanggulangi. Persoalan lain dihadapi adalah masih tingginya jumlah penduduk miskin dan rawan pangan yang merupakan permasalahan sosial ekonomi yang dihadapi Indonesia saat ini. Meskipun sudah ada penurunan jumlah penduduk miskin, namun masih banyak kelompok penduduk yang rentan terutama terhadap kenaikan harga pangan dan non pangan sehingga  dapat berdampak pada meningkatnya kondisi kerawanan pangan.

Upaya penanggulangan masalah stunting melalui peningkatan gizi masyarakat merupakan tanggungjawab bersama untuk perbaikan sumber daya manusia dan terkait dengan berbagai faktor, sehingga bukan hanya menjadi tanggungjawab bidang kesehatan saja, tetapi juga tanggungjawab seluruh pihak termasuk lintas sektor, mitra pembangunan, masyarakat madani, swasta, profesi dan akademisi terkait. Dalam pelaksanaannya hingga kini masih terjadi berbagai permasalahan seperti kesenjangan antara regulasi yang ada serta implementasi pada setiap level pemerintah sehingga perlu langkah penanggulangan agar program-program yang telah dilaksanakan dapat memberi manfaat secara maksimal.

Upaya penanggulangan masalah gizi masyarakat secara komprehensif dan berkelanjutan membutuhkan keterlibatan secara luas berbagai pemangku kepentingan,

Sumber : Bidang Kesmas










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)