Berita Utama

RAKORNAS

Kolaborasi Pusat Dan Daerah Menuju Universal Health Coverage

| Senin, 15 April 2019 - 08:47:00 WIB | dibaca: 96 pembaca

     Rapat Kerja Nasional (RAKORNAS) yang dihadiri kurang lebih 500 peserta dari 18 Provinsi ini mengusung tema kolaborasi pusat dan daerah dalam rangka peningkatan program kefarmasian dan alat kesehatan menuju Universal Health Coverage (UHC). Yang berlangsung di Manado pada tanggal 27 s/d 30 Maret 2019 bertempat di hotel Four Points Manado, Sulawesi Utara. Sekretaris Provinsi Sulut Edwin Silanger,SE.,MS, dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional dalam sambutanya menambahkan "Program dari pemerintah pusat dalam hal ini kementerian kesehatan penting untuk disinkronkan dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota, sehingga melalui Rakornas ini bisa menghasilkan kebijakan strategis untuk memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan,"

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah beserta 14 Kabupaten/Kota Se-Kalimantan Tengah ikut serta dalam bagian pertemuan tersebut dengan membawa berbagai macam persoalan yang terjadi di daerah masing-masing yang mana harapanya dengan mengikuti pertemuan ini permasalahan yang ada dapat terjawab yang menjadi jalan keluar dari permasalahan yang ada terkait dibidang kesehatan, guna peningkatan program kefarmasian dan alat kesehatan menuju Universal Health Coverage (UHC) khusunya di Kalimantan Tengah.

Sementara itu Kepala Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes Dra Engko Sosialine MApt, menuturkan pencapaian Universal Health Coverage(UHC) memerlukan upaya lebih untuk menjamin meratanya ketersediaan obat, vaksin dan perbekalan kesehatan serta meningkatkan pengawasan alat kesehatan. Selain itu dengan adanya UHC diharapkan juga dapat menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat dan tenaga kesehatan tentang pentingnya kemandirian persediaan Farmasi dan alat kesehatan dalam negeri yang berkualitas dan terjangkau.

Pertemuan tersebut menghasilkan 5 (lima) kesepakatan guna menuju Universal Health Coverage (UHC) yang mana isinya secara garis besar sebagai berikut; Mendukung Indonesia Sehat dan Penanganan 5 (lima) masalah prioritas bidang kesehatan tahun 2019. Menjadikan standar pelayanan minimal (SPM) sebagai dasar perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan kegiatan prioritas di bidang kesehatan. Menjadikan standar pelayanan minimal (SPM) dengan fokus pada mutu pelayanan yang sejalan dengan indicator WHO yakni effective coveragre (EC). Mewujudkan jaminan akses terhadap sediaan farmasi dan alat kesehatan, dan mendorong pradigma sehat. Meningkatkan komitmen dan kolaborasi Pusat dan Daerah serta pengutan inovasi pemanfaatan teknologi teknologi digital.

Sumber : SDK/Haris










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)