Berita Utama

PROMKES

Koordinasi Perencanaan Dan Evaluasi Kegiatan Promkes Dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun 2019

| Jumat, 12 April 2019 - 15:17:35 WIB | dibaca: 19 pembaca

Pembangunan kesehatan dilakukan melalui  upaya kesehatan secara komprehensif,  mencakup  :peningkatan  kesehatan  (promotif),  pencegahan  penyakit  (preventif),  pengobatan  (kuratif)  dan  pemulihan  kesehatan  (rehabilitatif).  Dilihat  sasarannya upaya kesehatan mencakup upaya kesehatan perseorangan dan upaya kesehatan masyarakat.  Upaya  kesehatan  diselenggarakan  guna  menjamin  tersedianya pelayanan  kesehatan  yang  baik,  pelayanan  kesehatan  yang  bermutu,  merata  dan terjangkau oleh masyarakat.

Tujuan  pembangunan  kesehatan  adalah  meningkatkan  kesadaran,  kemauan  dan kemampuan  hidup  bersih  dan  sehat  bagi  setiap  orang  serta  terwujud  derajat kesehatan masyarakat yang optimal sehingga dapat hidup produktif. Untuk mencapai tujuan  tersebut  bukan  hanya  ketersediaan  sarana  dan  prasarana  kesehatan  dan pelayanan  kesehatan  namun  keberhasilan  pembangunan  perlu  didukung  oleh berbagai  elemen  masyarakat  khususnya  organisasi  kemasyarakatan  mengingat pemerintahan  tidak  akan  mampu  melakukannya  sendiri  disamping  keterbatasan anggaran yang tersedia. Dalam Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan dijelaskan bahwa Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat merupakan upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui proses pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat, agar mereka dapat menolong dirinya sendiri serta mengembangkan kegiatan yang bersumber  daya  masyarakat,  sesuai  sosial  budaya  setempat  dan  didukung  oleh kebijakan publik yang berwawasan kesehatan. Promosi  kesehatan  dilakukan  dalam  konteks  prinsip-prinsip  kemitraan,  partisipasi dan  perlindungan  aktif  untuk  mencapai kesehatan optimal.  Promosi  kesehatan

Adalah proses diarahkan memungkinkan orang untuk mengambil tindakan. Dengan demikian, promosi kesehatan bukanlah sesuatu yang dilakukan pada atau orang, hal itu  dilakukan  oleh,  dengan  dan  untuk  orang-orang  baik  sebagai  individu  maupun sebagai kelompok. Koordinasi perencanaan perlu dilaksanakan agar terciptanya sinergi antara provinsi dan kabupaten, sehingga program dapat berjalan dengan harmonis. Selain itu perlu juga  dilakukan  evaluasi  dan  mengukur  keberhasilan  program  dengan  capaian indikator  yang  telah  dicapai  pada  tahun  yang  telah  lewat.

Dalam Sambutannya Kepala Dinas Kesehatan dr. Suyuti Syamsul, MPPM menambahkan Ditahun 2018 kemarin hasil Riskesdas data stunting untuk Kalimantan Tengah berada pada angka 34,04% (diatas rata - rata nasional 30,8%) dan berada pada peringkat 4 terbawah, data ini Berbanding lurus dengan data Posyandu aktif yang berada diperingkat paling akhir dengan Angka 19,44%. Masalah tersebut menjadi PR kita bersama untuk dapat meningkatkan strata posyandu menjadi dari strata pratama dan madya menjadi strata purnama dan mandiri. Sehingga  pertemuan  ini perlu  dilakukan  agar  didapat  gambaran  hasil  kegiatan,  permasalahan  dan  tindak lanjut  upaya  pemecahan  permasalahan  dari  program  Promosi  Kesehatan  dan Pemberdayaan Masyarakat di Provinsi Kalimantan Tengah, Palangka Raya (12/4).

 

Sumber : Bidang Kesmas










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)