Berita Utama

Pneumonia

Orientasi Dan Koordinasi Dalam Tatalaksana Pneumonia Balita Tahun 2019

| Kamis, 05 September 2019 - 07:53:17 WIB | dibaca: 13 pembaca

Palangka Raya - ISPA adalah penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang termasuk dalam 10 besar penyakit tertinggi di fasilitas pelayanan kesehatan. Fokus dari Program pengendalian ISPA adalah pneumonia Balita. Berdasarkan Riskesdas 2013, Pneumonia merupakan penyebab kesakitan tertinggi Balita setelah diare yaitu 15.5%. Berdasarkan survei registry Balitbangkes 2014, 23 balita meninggal setiap jam dan 4 diantaranya karena pneumonia. Perkiraan pneumonia Balita secara nasional adalah 3.55% dari jumlah Balita yang harus mendapat tatalaksana standar pneumonia balita. Berdasarkan laporan cakupan kasus pneumonia di subdit ISPA dengan asumsi (normal forecast) besaran kasus rata-rata pertahun masih diatas 600.000 kasus per tahun hingga tahun 2019. Selain pneumonia, penyakit ISPA yang menjadi perhatian adalah Influenza yang dapat berpotensi kegawatdaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia (KKMD) bahkan dapat menjadi pandemi. Hal ini merupakan tantangan yang memerlukan penguatan kapasitas SDM dengan kualifikasi memadai, disamping mampu melaksanakan deteksi dan tatalaksana kasus sesuai standar, termasuk juga surveilans epidemiologi, pencatatan dan pelaporan, advokasi program ISPA.

Tatalaksana sesuai standar melalui pendekatan klasifikasi MTBS menjadi satu hal yang vital harus di miliki setiap pengelolah program ISPA di Puksesmas, namun kenyataan dilapangan masih ditemukan beberapa kendala dalam penerapan tatalaksana pneumonia di puskesmas diantaranya banyaknya petugas baru yang belum mendapat pelatihan baik MTBS maupun P2 ISPA. Mengamati kondisi diatas dan sebagai upaya intervensi permasalahan program ISPA di lapangan, maka Subdit ISPA ditahun 2019 akan mengadakan kegiatan Orientasi dan Koordinasi dalam Tatalaksana Pneumonia di 10 provinsi.

Output persentase Kabupaten/Kota yang 50% Puskesmas-nya melaksanakan tatalaksana pneumonia pada balita sesuai standart, melalui upaya secara intensif dan inklusif memberikan desiminasi informasi dan refresing tatalaksana pneumonia balita bagi petugas kesehatan baik di puskesmas, Kab/Kota, provinsi, untuk bersama melakukan upaya pengendalian ISPA terutama pneumonia balita di Indonesia.

 

Sumber : Bidang P2P










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)