Berita Utama

Pelatihan

Pelatihan Deteksi Dini Kanker Payudara Dan Kanker Leher Rahim Prov.Kalteng Tahun 2019

| Kamis, 11 April 2019 - 16:58:18 WIB | dibaca: 32 pembaca

Menurut data WHO penyakit kanker merupakan penyebab kematian terbanyak di dunia, dimana sebagai penyebab kematian nomor 2 di dunia sebesar 13% setelah penyakit kardiovaskular. Setiap tahun 12 juta orang di dunia menderita kanker dan 7,6 juta diantaranya meninggal dunia. Diperkirakan pada tahun 2030 kejadian tersebut akan mencapai hingga 26 juta orang dan 17 juta diantaranya meninggal, terlebih untuk negara miskin dan berkembang kejadiannya akan lebih cepat.

Di Indonesia, berdasarkan data Riskesdas tahun 2018, prevalensi kanker teritinggi adalah 1,4 juta per 1.000 penduduk. Prevalensi kanker tertinggi terdapat di DI Yogyakarta (4,9) dan Jawa Tengah (2,1), sedangkan Kalimantan Tengah sebesar 1,0‰. Kanker tertinggi di Indonesia adalah kanker payudara dan kanker leher rahim pada perempuan, sedangkan pada laki-laki adalah kanker paru dan kanker kolorektal.

Upaya penanggulangan penyakit kanker di Indonesia belum optimal, sebab hampir 70% kasus baru ditemukan dalam keadaan stadium yang sudah lanjut. Hal ini terjadi karena penanganan penyakit belum sepenuhnya mendapat prioritas dari pemerintah, belum adanya program deteksi dini massal yang terorganisir secara maksimal, masih rendahnya kesadaran, pengertian, pengetahuan masyarakat mengenai penyakit ini, keterbatasan masyarakat untuk memperoleh pengobatan yang berkualitas karena masalah sosial ekonomi, transportasi, selain faktor sosial budaya di masyarakat yang tidak menunjang (antara lain percaya pada pengobatan alternatif/tradisional/dukun, mitos yang salah tentang kanker, belum adanya sistem informasi manajemen termasuk pencatatan dan pelaporan yang baik di semua unit pelayanan kesehatan baik pemerintah maupun sektor swasta dan masih terbatasnya tenaga pelatih untuk deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim.

Dalam upaya pengendalian kanker pemerintah mengembangkan deteksi dini kanker payudara, kanker leher rahim dan kanker pada anak. Dengan adanya program kegiatan deteksi dini kanker maka dapat memberikan gambaran patofisiologi dan faktor risiko, gejala serta tanda kanker. Manfaat deteksi dini kanker leher rahim antara lain dapat menemukan dan mengobati lesi pra kanker. 

Kementerian Kesehatan dalam Renstra 2015-2019 menargetkan wanita usia 30-50 tahun di deteksi dini kanker leher rahim dan payudara sebesar 50% atau 30% pada tahun 2019. Untuk mencapai target tersebut maka tenaga kesehatan (dokter dan bidan) yang ada di faslitias pelayanan kesehatan tingkat pertama diberikan peningkatan kapasitas terhadap pemeriksaan IVA. Diharapkan 14 puskesmas dari 201 puskesmas yang ada di kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2019 ini telah melaksanakan kegiatan deteksi dini kanker leher rahim dan payudara. Untuk mencapai hal tersebut maka perlu dilaksanakan kegiatan Pelatihan IVA sebagai bekal bagi petugas kesehatan. Setelah mengikuti pelatihan ini, diharapkan peserta mampu melakukan pemeriksaan deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim. Dihasilkannya tenaga yang mampu dalam melakukan pengendalian penyakit tidak menular khususnya kanker payudara dan kanker serviks di fasilitas pelayanan tingkat pertama (Puskesmas). Sasaran pelatihan ini  diberikan kepada petugas medis / paramedis puskesmas yang direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota sebagai puskesmas yang akan melaksanakan Program Pengendalian PTM  terutama pengendalian kanker payudara dan kanker serviks dengan metode IVA sesuai dengan protap, Palangka Raya (10/4).

 

Sumber : Bidang P2P










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)