Berita Utama

Pelatihan

Pelatihan Jabatan Fungsional Bidan Jenjang Terampil Angkatan I & Jabatan Fungsional Nutrisionis 2019

| Rabu, 16 Januari 2019 - 11:25:24 WIB | dibaca: 136 pembaca

Dalam rangka pembinaan karir dan pengembangan profesionalisme Aparatur Sipil Negara dalam menjalankan tugasnya khususnya di bidang Kesehatan, saat ini telah ditetapkan 28 jenis jabatan fungsional Kesehatan. Salah satunya adalah jabatan fungsional Bidan yang telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor : 01/PER/M.PAN/1/2008 tentang Jabatan Fungsional Kesehatan dan Angka Kreditnya.

Bidan adalah Aparatur Sipil Negara yang diberi tugas, tanggung jawab, dan wewenang secara penuh untuk melakukan kegiatan kebidanan pada sarana pelayanan Kesehatan, sedangkan Nutrisionis adalah Aparatur Sipil Negara yang diberi tugas, tanggungjawab, wewenang secara penuh oleh pejabat yang berwenang untuk melakukan kegiatan teknis fungsional di bidang pelayanan gizi, makanan dan dietetik baik di masyarakat maupun rumah sakit.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi seorang Bidan dan Nutrisionis adalah melalui pelatihan. Pelatihan yang terstandar adalah  pelatihan yang sesuai dengan ketentuan akreditasi yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 725 Tahun 2003 tentang pedoman akreditasi pelatihan .

Pelatihan Jabatan Fungsional Bidan dan Nutrisionis yang dilaksanakan oleh Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah dilaksanakan dengan kerjasama dari Organisasi Profesi  Ikatan Bidan Indonesia dan Persatuan Ahli Gizi Provinsi Kalimantan Tengah. Bapelkes Provinsi Kalimantan Tengah telah memenuhi kualifikasi yang ditentukan  dan dinyatakan terakreditasi penuh berdasarkan SK Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan, Kemenkes RI, Nomor : HK.01.07/H.IV/ 008518/2016, tanggal 4 Oktober 2016. Sebagai penyelenggara pelatihan Bapelkes Provinsi Kalimantan Tengah menerapkan pedoman yang telah ditetapkan yakni :

·       Kurikulum dan modul pelatihan yang terakreditasi

·       Quality Qontrol pada ssetiap alur proses penyelenggaraan pelatihan

·       Fasilitator dan Narasumber pelatihan yang telah mengikuti TOT dan memiliki sertifikat sesuai kualifikasinya

·       Evaluasi pelatihan yang dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan

·      Sertifikat pelatihan yang dikeluarkan melalui penomorandan diterbitkan oleh BPPSDMK Kemenkes RI yang bekerjasama dengan LAN RI , sehingga sertifikat pelatihan yang akan diterima oleh para peserta jabatan fungsional Bidan pada saatnya nanti dapat dipergunakan sebagai syarat pengusulan kenaikan pangkat.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Prov. Kalimantan Tengah dr. Suyuti Syamsul, MPPM dalam sambutannya menyampaikan bahwa  sangat dibutuhkan keterlibatan dan keaktifan peserta pelatihan dalam proses belajar-mengajar selama pelatihan agar tujuan pelatihan dapat tercapai serta memberikan kepercayaan sepenuhnya kepada Penyelenggara, Fasilitator dan Narasumber untuk melaksanakan pelatihan ini semaksimal mungkin, sesuai dengan out come yang sudah direncanakan.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)