Berita Utama

Perlu Diketahui

Pembelajaran Langsung Teknologi Tepat Guna Septictank Terapung (SEPTER) dan Repeated Processing Sept

| Jumat, 23 Maret 2018 - 09:29:09 WIB | dibaca: 618 pembaca

Dalam pencapaian Universal Accses 2019 dan SDGs 2020 di Provinsi Kalimantan Tengah dan pemenuhan derajat kesehatan masyarakat untuk air minum dan sanitasi diperlukan inovasi teknologi tepat guna (TTG) untuk daerah Pacific di daerah pasang surut.

Dinas Kesehatan Prov.Kalimantan Tengah yang bekerjasama dengan Dinas PUPR Prov.Kalimantan Tengah dan Kodim 1016 Palangka Raya mengadakan pertemuan dengan tema “ Pembelajaran Langsung Teknologi Tepat Guna Septictank Terapung (SEPTER) dan Repeated Processing Septictank (RPS) Dinas Kesehatan Kabupaten Indragiri Hilir”. Bertempat di Makodim 1016 Palangka Raya yang dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 21 Maret pada pukul 08.00 Wib sampai dengan selesai. Dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Indragiri Hilir, Kepala Staf KODIM 0314 Indragiri Hilir, Kepala dinas kesehatan kap.Indragiri Hilir, Kepala Dinas PUPR Kab.Indragiri Hilir, Komandan Kodim 1016 Palangka Raya, Dekan Fak.Teknik Sipil UPR, Kepala Staf Kodim 1016 Palangka Raya, Plt Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Tengah dan Narasumber pembelajaran langsung TTG (Septer & RPS).

Provinsi Kalimantan Tengah mempunyai salah satu perguruan tinggi, yaitu Universitas Palangka Raya (UPR) yang berkontribusi menemukan teknologi tepat guna yang kita kenal dengan nama Septictank Terapung ( SepTer) dan Repeated Processing Septictank (RPS).

Septer adalah sebuah teknologi septictank yang digunakan untuk mengolah limbah tinja pada jamban rumah lanting (rumah apung). Septer didesain memiliki kemampuan mengapung di permukaan air, memiliki kompartemen yang lengkap, dan mampu menguras effluent hasil olahan limbah tinja secara otomatis.

RPS adalah sebuah inovasi septictank (tangki septic), dimana proses pemisahan padatan dan cairan limbah tinjanya dilakukan secara berulang-ulang (dengan cara memperpanjang proses pengolahan) dengan harapan efisiensi pengolahan limbah tinja lebih besar dari 70%. Pengembangan teknologi tepat guna ramah lingkungan dengan memadukan kearifan lokal.

Diharapkan dengan adanya kedua teknologi tersebut dapat menjawab permasalahan didaerah spesifik, daerah pasang surut dalam pemenuhan akses sanitasi didaerah.










Komentar Via Website : 1
Hesty
14 Juni 2019 - 15:47:14 WIB
Semoga teknologi tersebut dapat mengatasi permasalahan di daerah spesifik.
http://jualpaperbag.com/
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)