Perlu Diketahui

GIZI

Pemuktahiran Data Surveilans Gizi Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2019

| Kamis, 16 Mei 2019 - 08:57:32 WIB | dibaca: 27 pembaca

Dalam Rencana Strategi Kementerian Kesehatan disebutkan bahwa salah satu prioritas pembangunan kesehatan adalah Perbaaikan Gizi Masyarakat (terutama stunting). Arah kebijakan perbaikan gizi masyarakat adalah 2015 — 2019 : (1) Peningkatan Surveilans Gizi termasuk pemantuan pertumbuhan, (2) Peningkatan promosi perilaku masyarakat tentang kesehatan, gizi, dll, (3) Peningkatan akses dan mutu paket yankes dan gizi, (4) Peningkatan peran serta masyarakat dalam perbaikan gizi, (5) Penguatan pelaksanaan dan pengawasan regulasi standar gizi dan (6) Penguatan Peran Linsek dalam rangka intervensi sensitive dan spesifik.

Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) tahun 2015, 2016, dan 2017 menunjukan tidak terjadi banyak perubahan prevalensi balita gizi kurangmaupun balita pendek (stunting). Pada tahun 2015, 2016, dan 2017 prevalensi balita gizi kurang (underweight) secara berturut turut sebesar 29,0%, 27,5%, 29,6%.

Riset kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 dan 2018 menunjukan terjadi penurunan prevalensi balita gizi kurang dari 19,6% menjadi 17,7%. Penurunan prevalensi balita pendek dari 37,2% menjadi 30,8% dan prevalensi balita gizi kurang (wasting) dari 12,1% menjadi 10,2%. Riskesdas juga menunjukan capaian kinerja gizi yang masih kurang optimal seperti persentase ibu hamil dapat TTD sebesar 73,2%, persentase bayi 0-6 bulan mendapat ASI eksklusif sebesar 37,3% dan persentase balita mendapat vitamin A mencapai 82,4 %.

Untuk meningkatkan cakupan program yang berdampak pada penurunan masalah gizi, diperlukanperencanaan yang evidence base berdasarkan surveilans gizi sesuai arah kebijakan di atas. Namum demikian surveilans gizi belum berjalan optimal sesuai yang diharapkan. Oleh karena itu diperlukan upaya upaya untuk meningkakan surveilans gizi, salah satunya adalah dengan mengembangkan system pencatatan dan pelaporan program perbaikan gizi masyarakat.

Pada tahun 2016 direktorat gizi masyarakat telah mengembangkan system aplikasi Pencatatatn dan Pelaporan Gizi berbasis Masyarakat (e-PPGBM) yang telah digunakan sejak tahun 2017. Aplikasi ini dapat menghasilkan informasi status gizi balita berdasarkan 3 indeks pertumbuhan, yaitu Berat Badan Menurut Umur, Berat badan Menurut Tinggi Badan dan Tinggi Badan Menurut Umur yang berguna untuk pematauan pertumbuhan balita. Disamping itu, system ini juga dapat menghasilkan matriks perkembangan balita dan status gizi ibu hamil. Informasi yang dihasilkan dapat membantu surveilans gizi, terutama untuk nanalis data system isyarat dini sebagai evidence base dalam melakukan tindakan/intervensi masalah gizi disuatu wilayah.

Program nasional Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting tahun 2019 difokuskan di 160 kabupaten/kota, Palangka Raya (13/5).










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)