Berita Utama

Gizi Stunting

Penanggulangan Masalah Kekurangan Gizi Dan Masalah Gizi Stunting Tingkat Prov.Kalteng Tahun 2019

| Senin, 08 April 2019 - 09:19:30 WIB | dibaca: 45 pembaca

Pada akhir era MDG’s dilaporkan bawa hampir semua Negara telah berhasil menurunkan proporsi penduduk miskin dan proporsi kelaparan walaupun belum mencapai target. Goal 1c yaitu mengatasi kelaparan dan masalah gizi masih menjadi agenda yang belum selesai dan menjadi salah satu agenda penting dalam Agenda Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s) 2030. Masalah Gizi termasuk dalam goal 2 pada Agenda Pembangunan Berkelanjutan, yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi serta mendorong pertanian yang berkelanjutan. Indikator keberhasilan yang akan dimonitor adalah prevalensi Stunting, Wasting dan Overweight.

Dalam Program Indonesia Sehat pada RPJMN 2015-2019, sasaran yang ingin dicapai adalah meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Sasaran Pokok tersebut antara lain tercermin dari indikator prevalensi Stunting (Pendek dan Sangat Pendek) pada anak baduta (bawah dua tahun) dengan target sebesar 28% pada tahun 2019.

Saat ini Indonesia merupakan Negara ke-5 tertinggi di dunia dengan jumlah balita yang mengalami Stunting. Angka Stunting di Indonesia menjadi salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara. Masalah Gizi tidak lagi dipandang sebagai tanggungjawab sektor kesehatan saja, namun merupakan tanggungjawab bersama. Keberhasilan perbaikan gizi merupakan lanjutan dari ketersediaan dan keamanan pangan, peningkatan pengetahuan dan perubahan perilaku dalam mengonsumsi makanan, peningkatan pelayanan kesehatan, ketersediaan air bersih dan jamban serta lingkungan yang sehat, peningkatan pendapatan dan faktor determinan lainnya. Untuk Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan data Pemantauan Status Gizi Tahun 2017 data anak baduta stunting sebesar 30,4% dan pada balita sebesar 39%.

Stunting akibat kekurangan gizi kronis pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan merupakan ancaman dan harus segera diatasi. Karena Stunting dapat mengakibatkan Gagal tumbuh sehingga anak pendek atau sangat pendek, mudah terkena penyakit akibat terjadi penurunan kapasitas fisik, terjadi gangguan perkembangan otak yang dapat menyebabkan anak kurang cerdas/gangguan kognitif, serta balita stunting berisiko terjadi penyakit degenerative (DM, hipertensi, hiperkolesterol) di usia dewasa.

Tujuan dari pertemuan ini adalah supaya Ttrsedianya data gambaran status gizi balita menurut kabupaten/kota sebagai bahan untuk menentukan rencana intervensi secara terintegrasi baik dengan Lintas Program maupun dengan Lintas Sektor terkait, Palangka Raya(2/4).

 

Sumber : Bidang Kesmas










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)