Berita Utama

SKI

Penguatan Audit Material Perinatal (AMP) Terintegrasi Dalam Surveilance Kematian Ibu (SKI)

| Jumat, 03 Mei 2019 - 09:33:36 WIB | dibaca: 151 pembaca

Audit Maternal Perinatal (AMP) adalah upaya dalam penilaian pelaksanaan serta peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu melalui pembahasan kasus kematian ibu sejak di masyarakat sampai di fasilitas pelayanan kesehatan. Kendadla yang timbul dadlam upaya penyelamatan ibu pada saat terjadi kegawat daruratan kebidanan dan bayi baru lahir akan dapat menghasilkan suatu rekomendasi dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan ibu dan bayi di masa dating.

WHO memperkirakan terdapat 15-20% bumil mengalamai komplikasi selama masa kehamilan, persalinan dan nifas. Setiap bumil berisiko untuk mengalami komplikasi kebidanan, dimana komplikasi yang terjadi dapat berujung kematian maternal dan neonatal. Untuk mendapatkan data kematian ibu dan bayi baru lahir yang akurat perlu dilakukan pengumpulan, analisis dan interpretasi data kematian secara terus menerus melalui system surveilance termasuk AMP. Untuk mencegah kejadian kematian serupa tidak terulang kembali, permasalahan yang menjadi penyebab kematian harus dikaji melalui forum AMP.

Kegiatan AMP telah banyak mendorong perubahan kebijakan-kebijakan local serta perbaikan kualitas pelayanan kesehatan maternal dan perinatal, bahkan dalam situasi keterbatasan sekalipun. Namun begitu AMP biasanya hanya mencakup kematian maternal langsung, kematian-kematian ibu yang tidak langsung kemungkinan besar tidak teridentifikasi dan tidak terlaporkan sehingga data rutin yang ada selama ini cenderung under-reporting.

Pada Desember tahun 2016, Kementerian kesehatan telah meluncurkan Pedoman Surveilance Kematian Ibu (SKI) dan telah melaksanakan uji coba pedoman tersebut di 2 Kab/Kota yaitu Kab Sampang dan Kab Lombok Tengah. Pada Kegiatan SKI atau Maternal Death Surveilance and Respons (MDSR) seluruh kematian Wanita Usia Subur (WUS) diidentifikasi di tingkat masyarakat maupun di fasilitas pelayanan kesehatan. Kematian WUS kemudian dilakukan skrining sehingga didapatkan kematian yang dicurigai sebagai kematian ibu. Bila proses ini berjalan dengan baik diharapkan tidak lagi terjadi under-reporting dari data kematian ibu.

Melalui Surveilance kematian ibu diharapkan semua kematian ibu dapat teridentifikasi, kemudian dianalisis sehingga menghasilkan rekomendasi, yang kemudian dilakukan penanggulangan (actions) berdasarkan informasi dan hasil temuan diatas. Apabila proses tersebut berjalan dengan baik akan terjadi peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu yang ujungnya adalah penurunan Angka Kematian Ibu.

Salah Satu kunci kesuksesan SKI adalah pelaksanaan kajian AMP yang baik sehingga menghasilkan rekomendasi yang baik, yang akhirnya menghasilkan tindak lanjut atau respon yang baik pula. Untuk itu pada tahun 2019 perlu dilaksanakan kegiatan penguatan kajian AMP sekaligus mensosialisasikan kegiatan SKI, Palangka Raya (3/5).

 

 

Sumber : Bidang Kesmas










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)