Berita Utama

Imunisasi

Peningkatan Kapasitas Petugas Imunisasi Dalam Rangka Pelaksanaan Rutin Tingkat Provinsi Kalimantan T

| Jumat, 14 Desember 2018 - 08:57:52 WIB | dibaca: 286 pembaca

Pembangunan bidang Kesehatan menitikberatkan kepada upaya promotif dan preventif tanpa meninggalkan aspek kuratif dan rehabilitatif. Imunisasi merupakan upaya preventif yang telah terbukti cost efektif dalam menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat penyakit  yang dapat dicegah dengan imunisasi.

PD3I yang saat ini masuk dalam program imunisasi di Indonesia adalah Hepatitis B, Polio, Campak, Pertusis, Diptheri, Tetanus  dan TBC. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, Pemerintah selalu berupaya mengembangkan vaksin- vaksin baru dalam rangka mencegah lebih banyak penyakit yang masuk dalam program imunisasi nasional, antara lain Hemophilus Influenza type B ( HiB), Rotavirus, JE dan lain-lain. Untuk Provinsi Kalimantan Tengah data sasaran bayi 0 -11 bulan pada tahun 2018 yaitu sekitar 53.744 bayi. Berdasarkan data cakupan imunisasi tahun 2017 setiap antigen mengalami penurunan cakupan, hal ini dapat dilihat dari cakupan UCI desa yang rendah hanya 67,8 % sedangkan target nasional minimal 86 % dengan indikator anak usia 0 – 11 bulan sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap yaitu 92 %. Masih rendahnya cakupan  beresiko tinggi terjadinya KLB didaerah yang cakupan imunisasinya rendah.

                  Sebagai komitmen Indonesia untuk mencapai eliminasi penyakit campak dan pengendalian penyakit rubella/kecacatan bawaan akibat rubella (Congenital Rubella Syndrome/CRS) tahun 2020, maka perlu dilakukan strategi nasional melalui beberapa kegiatan untuk mewujudkannya.

                  Program imunisasi merupakan salah satu teknologi yang sangat efektif dalam mencegah PD3I (Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi) yang secara langsung berhubungan dengan menurunkan angka kematian bayi dan balita.

                  Kualitas pelayanan imunisasi yang kurang optimal tentunya akan membuat sia-sia sumber daya yang telah dikeluarkan seperti biaya operasional, vaksin, logistik, tenaga, dan waktu, Bahkan yang paling memprihatinkan untuk kita semua adalah kegagalan imunisasi akan mengancam terjadinya kesekitan, kecatatan, atau kematian pada anak yang diakibatkan PD3I. Karenanya untuk mendukung pelayanan imunisasi diperlukan peningkatan kualitas sumber daya tenaga yang handal.

Aspek lain yang harus diperhatikan dalam meningkatkan keberhasilan imunisasi adalah ketersediaan logistik sampai ketingkat pelayanan secara tepat waktu, tingginya kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi dan tersedianya sistem pelaporan yang memadai.

 

Sumber : Bidang P2P / Gery










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)