Berita Utama

Implementasi Fornas

Peningkatan Kemampuan SDM Dalam Implementasi Fornas di RS dan Puskesmas

| Jumat, 04 Mei 2018 - 09:05:22 WIB | dibaca: 564 pembaca

Sesuai dengan falsafah dasar negara Pancasila terutama sila ke-5 mengakui hak asasi warga atas kesehatan. Hal ini juga termaktub dalam pasal 28H dan pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945. Dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan ditegaskan bahwa setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan dan memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau.  Kesadaran tentang pentingnya jaminan perlindungan sosial terus berkembang sesuai amanat pada perubahan UUD 1945 Pasal 34 ayat 2, yaitu menyebutkan bahwa negara mengembangkan Sistem Jaminan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dengan dimasukkannya Sistem Jaminan Sosial dalam perubahan UUD 1945, kemudian terbitnya Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) menjadi suatu bukti yang kuat bahwa pemerintah dan pemangku kepentingan terkait memiliki komitmen yang besar untuk mewujudkan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyatnya. Melalui Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) sebagai salah satu bentuk perlindungan sosial, pada hakekatnya bertujuan untuk menjamin seluruh rakyat agar dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya yang layak.

Jaminan kesehatan yang dilaksanakan dalam Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan berdasarkan prinsip asuransi sosial dan prinsip ekuitas dengan melakukan kendali mutu sekaligus kendali biaya. Sehingga diharapkan penyelenggaraan jaminan kesehatan dilakukan secara efektif dan efisien. Pelayanan kesehatan harus memperhatikan mutu pelayanan, berorientasi pada aspek keamanan pasien, efektifitas tindakan, sesuai dengan kebutuhan pasien, serta efisiensi biaya.

Setiap peserta jaminan kesehatan berhak memperoleh manfaat yang mencakup pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif termasuk pelayanan obat dan bahan medis habis pakai sesuai dengan kebutuhan medis. Obat merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan. Dengan demikian, pelayanan kefarmasian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan yang komprehensif dalam setiap fasilitas pelayanan kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS. Dalam memilih obat untuk pelayanan kesehatan, harus didasarkan pada kriteria: memiliki rasio manfaat-risiko (benefit-risk ratio) yang paling menguntungkan penderita; mutu terjamin, termasuk stabilitas dan bioavailabilitas; praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan; praktis dalam penggunaan dan penyerahan yang disesuaikan dengan tenaga, sarana dan fasilitas kesehatan; menguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan oleh penderita; memiliki rasio manfaat-biaya (benefit-cost ratio) yang tertinggi berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung.

Berdasarkan pasal 25 UU No. 40 tahun 2004 bahwa daftar dan harga obat, serta bahan medis habis pakai yang dijamin oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan, untuk itu Kementerian Kesehatan telah menetapkan daftar obat di dalam Formularium Nasional  dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 328/MENKES/SK/IX/2013 tentang Formularium Nasional yang bertujuan  untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, melalui peningkatan efektifitas dan efisiensi pengobatan dengan mengutamakan patient safety sehingga tercapai penggunaan obat rasional. Bagi tenaga kesehatan, Formularium Nasional bermanfaat sebagai “pengaman” bagi penulis resep, mengoptimalkan pelayanan kepada pasien, memudahkan perencanaan, dan penyediaan obat di fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan adanya Formularium Nasional maka pasien akan mendapatkan obat terpilih yang tepat, berkhasiat, bermutu, aman dan terjangkau, sehingga akan tercapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.  

I. Peserta Pertemuan :

No.

Undangan

Untuk Menugaskan

Jumlah

1.

RSUD Kabupaten/Kota

1.Komite Medik / dokter

2.Komite Farmasi dan Terapi

3.Kepala Instalasi Farmasi

49 orang

2.

Puskesmas terpilih (dalam kota)

Kepala Puskesmas & Kepala Instalasi Farmasi Puskesmas

14 orang

3.

Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prov.Kalteng

Ketua/Pengurus Harian

1 orang

4.

Ketua Pengurus Daerah

Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Prov.Kalteng

Ketua/Pengurus Harian

1 orang

5.

Dinas Kesehatan Prov.Kalteng

 

8 orang

II. Narasumber :

1.Narasumber Pusat dari Dit. Pelayanan Kefarmasian Kemkes RI, Dit. Obat Publik Kemkes RI dan Tim Komite Nasional Fornas.

2.Narasumber Lokal : RSUD dr. Doris Sylvanus, BPJS Kesehatan Kota Palangka Raya.










Komentar Via Website : 91
agen seo
24 Juni 2019 - 10:43:59 WIB
Terima kasih atas informasi yang sangat berguna. Kunjungi juga:

<a href="http://www.maju88bet.com/">Bola Online</a>
<a href="http://www.maju88bet.com/">Judi Online</a>
<a href="http://www.maju88bet.com/">Bandar Bola</a>
<a href="http://www.maju88bet.com/">Agen Bola</a>

<a href="http://167.114.18.209/">Bursa Taruhan</a>
<a href="http://167.114.18.209/">Situs Judi Bola</a>
<a href="http://167.114.18.209/">Pasaran Bola</a>
<a href="http://167.114.18.209/">Prediksi Taruhan Bola</a>
Umpan Ikan Patin Khusus Di Sungai
15 Juli 2019 - 10:37:43 WIB
Oplosan Essen Ikan Lele
15 Juli 2019 - 14:36:40 WIB
Oplosan Essen Ikan Lele
15 Juli 2019 - 14:39:27 WIB
Umpan Ikan Nila Khusus Di Empang
16 Juli 2019 - 09:30:30 WIB
Umpan Ikan Patin Khusus Di Empang
17 Juli 2019 - 11:40:06 WIB
Essen Nila Yang Bagus
17 Juli 2019 - 14:05:15 WIB
Pelet Serbuk Umpan Ikan Nila
18 Juli 2019 - 08:23:28 WIB
Pelet Serbuk Umpan Ikan Patin
18 Juli 2019 - 11:20:37 WIB
AwalKembali 123... 10 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)