Berita Utama

Upacara Bendera

Peringatan Hari Malaria Sedunia dan Pekan Imunisasi Dunia Tahun 2019

| Senin, 22 April 2019 - 13:14:38 WIB | dibaca: 60 pembaca

Dalam rangka memperingati hari Malaria Sedunia 25 April 2019 dan Pekan Imunisasi Dunia 24–30 April 2019. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah pada hari ini, senin tanggal 22 April 2019 mengadakan Upacara Peringatan tersebut dihalaman kantor Dinas Kesehatan yang dipimpin oleh dr. Suyuti Syamsul, MPPM  selaku Kepada Dinas Kesehatan provinsi Kalimantan Tengah. Turut hadir para tamu undangan dari berbagai kalangan termasuk LSM, perguruan tinggi, organisasi  profesi, tokoh agama, tokoh masyarakat, jurnalis/media, masyarakat, dan dunia usaha serta anak-anak yang menang dalam lomba duta malaria.

Tahun ini peringatan hari malaria mengangkat tema global “Zero Malaria Starts with Me” dan Tema Nasional  “BEBAS MALARIA, PRESTASI BANGSA”. Sub Tema : Keluarga Sehat, Keluarga Bebas Malaria, Bersama Mitra menuju Bebas Malaria dan Generasi Hebat, Generasi Bebas Malaria.

 Komitmen nasional tentang eliminasi malaria ditetapkan dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 293/Menkes/ SK/ IV/2009 tanggal 28 April 2009 tentang Eliminasi Malaria di Indonesia. Dimana pelaksanaan Eliminasi Malaria tersebut dilakukan secara menyeluruh dan terpadu oleh pemerintah – pemerintah daerah bersama mitra kerja pembangunan dan masyarakat guna mencapai Indonesia bebas malaria tahun 2030.

Di Kalimantan Tengah Sampai dengan tahun 2018, sebanyak 9 kabupaten/kota yang sudah mendapat sertifikat eliminasi malaria dari pemerintah (Kementerian Kesehatan). Sertifikat eliminasi malaria diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan kepada Bupati/Walikota. Pada tahun 2019 telah di usulkan 2 kabupaten (Pulang Pisau dan Katingan) untuk dilakukan Penilaian Eliminasi Malaria. Masih ada 3 Kabupaten lagi yang akan di usulkan untuk Eliminasi Malaria pada tahun berikut nya (Kapuas, Gunung Mas dan Murung Raya).

Menurut WHO sekitar 1,5 juta anak mengalami kematian tiap tahunnya karena penyakit yang  dapat dicegah dengan imunisasi. Pada 2018, terdapat kurang lebih 20 juta anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap dan bahkan ada anak yang tidak mendapatkan imunisasi sama sekali. Indonesia termasuk salah satu negara dengan jumlah anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap cukup banyak. Situasi ini telah berdampak pada munculnya Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) seperti difteri, campak, dan polio.

Tantangan Program Imunisasi yang ditemukan salah satunya adalah masih kurangnya pemahaman tentang manfaat imunisasi dan kerugian ekonomi akibat kecacatan atau kematian yang timbul apabila anak yang berada di lingkungan sekitar tidak mendapatkan imunisasi lengkap.

Beberapa langkah untuk meningkatkan cakupan imunisasi adalah dengan meluruskan informasi yang tidak benar tentang imunisasi, memobilisasi semua sumber daya yang ada untuk mensosialisasikan manfaat imunisasi, memastikan pelayanan imunisasi mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat, dan meningkatkan pelayanan imunisasi yang bermutu dengan cakupan tinggi dan merata.

Berkaitan dengan peringatan Pekan Imunisasi Dunia (PID) yang jatuh setiap minggu ke-4 bulan April. Tema tahun ini adalah “Imunisasi Lengkap Indonesia Sehat”. Tujuan PID kali ini untuk menunjukkan nilai penting dan manfaat imunisasi untuk kesehatan anak – anak dan masyarakat dunia, mengatasi kesenjangan cakupan imunisasi melalui peningkatan investasi program, dan menyampaikan bahwa imunisasi rutin lengkap merupakan dasar untuk kesehatan yang kuat.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Suyuti Syamsul, MPPM Melalui PID tahun ini kami mengajak kepada semua sektor untuk menggerakkan semua sumber daya yang ada dan kreativitas masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang arti penting dan manfaat imunisasi rutin lengkap.

Sumber : Dinkes/22/04/19

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)