Berita Utama

E-Logistik

Pertemuan Implementasi E-Logistik di Instalasi Farmasi

| Senin, 16 April 2018 - 15:45:24 WIB | dibaca: 302 pembaca

Obat sebagai salah satu komponen penting dalam pelayanan kesehatan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kemampuan masyarakat Indonesia yang mebutuhkan obat-obatan sebagai salah satu komponen esensial seringkali dihadapkan pada kemapuan daya beli yang rendah dalam mendapatkan obat-obatan. Untuk itu Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah memiliki komitmen untuk membantu penyediaan obat bagi masyarakat di pelayanan kesehatan dasar dan menjamin ketersediaan obat dengan jenis dan jumlah yang cukup, tersebar secara merata dengan mutu terjamin dan tersedia pada saat dibutuhkan sehingga mudah diperoleh pada tempat dan waktu yang tepat. Logistik Obat dan BMHP memiliki peran penting dalam Sistem Kesehatan Nasional. Obat dan BMHP berperan untuk mendukung pelayanan kesehatan di semua tingkat pelayanan kesehatan. Pentingnya pengelolaan logistik diprediksi akan meningakt, khususnya di era Jaminan Kesehatan Nasional. Manajemen Logistik Obat dan BMHP yang baik akan memberikan kemudahan untuk mengelola pengadaan, penyimpanan, dan distribusi dalam rangka untuk memenuhi permintaan pasien yang semakin lama semakin meningkat. Selain kompleksitas organisasi, pengelolaan logistik sendiri merupakan proses yang unik mulai dari proses perencanaan, pembelian obat, distribusi obat, penggunaan obat dan manajemen operasional pengelolaan logistik. Tidak heran jika pengelolaan informasi dalam proses tersebut menjadi sangat vital sehingga perlu adanya instrumen elektronik dalam membantu pengambilan keputusan di setiap proses siklus pengelolaan logistik. Acara yang diselenggarakan di Palangka Raya dari tanggal 12 sampai dengan 14 April 2018 dengan Tema “Pertemuan Implementasi E-logistik di Instalasi Farmasi”.

Adanya data ketersediaan obat di Provinsi atau Kabupaten/Kota akan mempermudah penyusunan prioritas bantuan maupun intervensi program di masa yang akan datang, sehingga suatu daerah yang pernah mengalami kekosongan obat dapat segera tertangani. Untuk memperoleh data ketersediaan obat di Provinsi dan Kabupaten/Kota maka perlu dilakukan kegiatan Implementasi Aplikasi E-Logistik untuk mendukung dalam penyediaan data yang cepat, tepat dan akurat.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)