Berita Utama

Pertemuan

Pertemuan Penguatan Kesehatan Keluarga Tingkat Prov. Kalteng Tahun 2018

| Rabu, 03 Oktober 2018 - 14:40:13 WIB | dibaca: 251 pembaca

Kesehatan Keluarga meliputi kesehatan Ibu, bayi baru lahir, bayi, balita, anak pra sekolah, remaja dan lansia (pendekatan siklus hidup). Kesehatan Keluarga merupakan salah satu program prioritas utama Pembangunan Kesehatan dimana Indikator kematian Ibu  (AKI) dan kematian bayi (AKB) adalah salah satu indikator utama dalam RPJM Tahun 2015-2019. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015 menyatakan AKI Nasional sebesar 305/100.000 KH, AKB 22/1000 KH dan AKBA 26/1000 KH. Melihat dari hasil capaian indikator utama secara Nasional dengan target Indikator MDGs yang berakhir ditahun 2015 bahwa AKI 102/100.000 KH dinyatakan sangat sulit untuk dicapai dan merupakan agenda yang belum terselesaikan. Sedangkan AKB 23/1000 KH dan AKABA 32/1000 KH dinyatakan target MDGs Tercapai, namun bila dihitung angka kematian absolut masih tinggi yaitu sebanyak 112.549 bayi meninggal pertahun dan sebanyak 156.590 balita meninggal pertahun berarti dalam satu hari sebanyak 308 bayi meninggal dan sebanyak 429 balita meninggal atau sebanyak 13 bayi meninggal/jam dan 18 balita meninggal/jam.

Dilain sisi masalah-masalah yang juga harus disikapi seperti balita yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan yang cukup baik/gizi kurang/ buruk (anak yang tidak mendapatkan haknya) bahkan mengalami kekerasan, sehingga tumbuh kembang anak terhambat. Masalah pada remajapun cenderung  tidak sehat (KEK, Anemia Zat Besi) bahkan pergaulan bebas, mengkonsumsi alkohol dan narkotika sehingga mengganggu kesehatan reproduksi. Begitu pula halnya permasalahan pada Lansia yang paling krusial adalah kesadaran akan masalah Lansia, konsep yang selalu disosialisasikan oleh Komnas Lansia kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan usia harapan hidup sehat dan kualitas hidup secara keseluruhan bagi penduduk lanjut usia.

Dari berbagai masalah diatas, bukan hanya merupakan tanggung jawab dari institusi kesehatan saja namun diperlukan kerja bersama dan advokasi secara teknis dari LP/LS, Organisasi Profesi, Perguruan Tinggi dan mitra terkait lainnya dalam penyelesaian masalah ini. Berdasarkan kerjasama dan dukungan ini diharapkan adanya komitmen dalam menentukan upaya kegiatan yang berdaya ungkit tinggi untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

Dengan ini dapat dipastikan bahwa secara keseluruhan kesehatan keluarga dapat bersinergi atas dukungan dari semua pihak terkait. untuk itu tahun 2018 diadakan Pertemuan Penguatan Kesehatan Keluarga Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah  tahun 2018 di  Hotel Neo Palangka Raya, di ikuti peserta total berjumlah  54 Orang yang terdiri dari Peserta Kabupaten berjumlah 39 orang dan Peserta Provinsi/ Kota berjumlah 15 orang.

 

 

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)