Berita Utama

Imunisasi

Pertemuan Peningkatan Kapasitas Dalam Rangka Pelaksanaan Imunisasi Campak Rubella

| Jumat, 25 Oktober 2019 - 15:36:41 WIB | dibaca: 33 pembaca

Palangka Raya - Kegiatan imunisasi merupakan salah satu prioritas Kementerian Kesehatan RI, sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk mencapai berbagai target kesehatan baik secara global maupun nasional.

Salah satu indikator pencapaian pelaksanaan kegiatan imunisasi adalah cakupan imunisasi dasar lengkap (IDL) pada bayi dan persentase kabupaten/kota yang minimal 80% dari kabupaten kota, sasaran bayinya mendapat IDL tahun 2019 yaitu 93 %.

Rubella adalah penyakit akut dan ringan sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan. Akan tetapi yang menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat adalah efek teratogenik apabila rubella ini menyerang pada wanita hamil trisemester pertama.

Infeksi rubella yang terjadi sebelum konsepsi dan selama awal kehamilan dapat menyebabkan abortus, kematian janin atau sindrom rubella kongenital (Congenital Rubella Syndrom/CRS) pada bayi yang dilahirkan.

Dalam Global Vaccine Action Plan (GVAP), campak dan rubella ditargetkan untuk dapat dieliminasi di 5 regional WHO pada tahun 2020. Sejalan dengan GAVP, The Global Measles dan Rubella Strategic Plan 2012-2020 memetakan strategi yang diperlukan untuk mencapai target dunia tanpa campak, rubella atau CRS.

Dalam sambutannya Kepala Dinas Kesehatan Prov.Kalteng dr. Suyuti Syamsul, MPPM menambahkan, Satu diantara lima strategi adalah mencapai dan mempertahankan tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi dengan memberikan dua dosis vaksin yang mengandung campak dan rubella melalui imunisasi rutin dan tambahan dengan cakupan yang tinggi (>95%) dan merata. Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2020.

Pada tahun 2018 Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan kampanye imunisasi campak rubella dengan capaian sebesar  84,4 %. Untuk capaian imunisasi campak rubella sampai pada bulan Oktober 2019 sebesar 63,6%, sedangkan capaian tahun 2018 sebesar 89,1%. Berdasarkan data surveilans sampai bulan Oktober tahun 2019 terdapat sebanyak 179 kasus suspek campak. Sehingga data surveilans dan cakupan imunisasi, maka imunisasi campak rutin saja belum cukup untuk mencapai target eliminasi campak. Sedangkan untuk akselerasi pengendalian rubella/CRS perlu dilakukan kampanye imunisasi tambahan sebelum introduksi vaksin MR ke dalam imunisasi rutin.

Bersama ini kami juga mengharapkan dukungan dan kontribusi semua pihak baik internal maupun eksternal, sehingga pelaksanaan imunisasi campak rubella dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan, (24/10).

 

Sumber : Bidang P2P










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)