Berita Utama

POPM

Sosialisasi dan Advokasi POPM Filariasis Dalam Rangka Peningkatan Cakupan Minum Obat

| Rabu, 25 September 2019 - 09:25:26 WIB | dibaca: 67 pembaca

Seruyan - Filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh cacing filaria dan ditularkan melalui nyamuk. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit tropis terabaikan (Neglected Tropical Disease) yang masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat di Indonesia. Upaya besar telah dimulai dengan Pencanangan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA) pada tanggal 1 Oktober 2015 oleh Menteri Kesehatan.  Dengan dilaksanakannya BELKAGA diharapkan seluruh kabupaten/kota endemis filariasis telah mulai melaksanakan Pemberian Obat Pencegahan secara Massal (POPM) Filariasis pada tahun tersebut setahun sekali selama lima tahun berturut – turut. Pada BELKAGA tahun 2016, Kalimantan Tengah bertempat di Kabupaten Gunung Mas merupakan lokasi pencanangan tingkat nasional untuk tahun kedua pelaksanaan BELKAGA.

Filariasis merupakan salah satu prioritas Program Pembangunan Kesehatan 2015 2019. Dalam upaya mencapai Eliminasi Filariasis 2020, pemerintah pusat memberikan dukungan kepada pemerintah daerah melalui dana dekonsentrasi untuk melaksanakan POPM Filariasis, tahun 2019 dialokasikan untuk 2 kabupaten yaitu Kabupaten Seruyan dan Gunung Mas. 

Program eliminasi penyakit ini memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dengan menurunkan angka kecacatan dan kerugian ekonomi yang disebabkan oleh penyakit tersebut. Pencanangan program global eliminasi filariasis yang terintegrasi dengan kecacingan, melalui pemberian obat pencegahan secara massal terbukti lebih cost-effective dibandingkan pendekatan lain seperti pengendalian vektor.

Menyongsong target Eliminasi Filariasis Tahun 2020, di tahun 2019 ada 5 kabupaten yang telah melaksanakan POPM Filariasis selama 5 tahun yaitu Lamandau, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan dan Barito Timur, sementara untuk Gunung Mas dan Pulang Pisau merupakan tahun ke 4 POPM Filariasis. Selanjutnya untuk kabupaten yang telah selesai POPM Filariasis di tahun 2019 dipersiapkan untuk pelaksanaan Pre TAS 2020 dan TAS 2021 serta melanjutkan dengan pelaksanaan POPM Kecacingan tahun 2020 dengan sasaran umur 1 – 12 tahun.

Diperlukan suatu upaya untuk menggali dan memanfaatkan seluruh sumber dana yang terdapat di tingkat kabupaten/kota maupun Puskesmas dan Desa dalam mendukung pelaksanaan POPM Filariasis, termasuk dalam hal penatalaksanaan kasus kronis yang telah sekian lama belum dibahas kembali sementara kasus kronis masih ada/terus dilaporkan. Sehingga pelaksanaannya dapat tercapai tepat sesuai sasaran, waktu yang disepakati dan memperoleh hasil yang memuaskan.

Tujuan dilakukannya pertemuan ini adalah supaya Terkoordinasinya kegiatan Bulan Eliminasi Kaki Gajah tahun 2019 kepada seluruh program dan sektor terkait dengan memanfatkan sumber daya yang ada dan Diperolehnya masukan dan penguatan demi terlaksananya Bulan Eliminasi Kaki Gajah tahun 2019 sesuai target program.

 

Sumber : Bidang P2P










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)