Perlu Diketahui

TB

Workshop Perencanaan Logistik Program Tuberkulosis (TB)

| Jumat, 28 Juni 2019 - 10:25:24 WIB | dibaca: 40 pembaca

Tuberkulosis (TB) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan global, termasuk Indonesia. Pada tahun 2017, Indonesia merupakan negara tertinggi ketiga untuk insidensi TB setelah India dan China.(TB Global Report, 2018) BerdasarkanTB Global Report 2018, insidensi TB Indonesia adalah 842.000 kasus, atau 319 per 100.000 penduduk. Selain itu, Indonesia merupakan salah satu negara dengan beban TB RO tertinggi di dunia meskipun menunjukkan penurunan insiden MDR/RR-TB dari 32.000 kasus pada 2016 menjadi 23.000 kasus pada 2017. Tantangan besar dalam pengendalian TB yang dihadapi Indonesia antara lain pencatatan dan pelaporan kasus dan logistik, TB Resistan Obat (RO), dan TB/HIV.(TB Global Report, 2018) Tantangan ini mendorong pemerintah Indonesia untuk meningkatkan kinerja guna mencapai eliminasi TB pada tahun 2030 dan Indonesia bebas TB tahun 2050.

Beberapa dukungan yang diberikan di tingkat pusat antara lain perencanaan logistic TB, peningkatan kepatuhan pencatatan dan pelaporan, pemantauan ketersediaan logistik TB, dan desentralisasi logistik TB RO. Workshop Perencanaan Logistik Program TBC perlu dilakukan sesuai dengan pedoman logistik TB, dimana proses perencanaan dimulai dari tingkat kabupaten/ kota sampai ketingkat Provinsi hingga Pusat.

Tujuan di selenggarakannya kegiatan ini adalah :

1. Membuat perencanaan OAT lini 1, OAT lini 2, dan non-OAT tahun 2020 dan 2021

2. Monitoring dan evaluasi logistik, mencakup TB Sensitif Obat (SO) dan Resistan Obat (RO)

3. Sosialisasi monitoring tools untuk memantau ketersediaan logistik TB

4. Sosialisasi desentralisasi Obat TB RO










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)